Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian data, informasi, dan pengetahuan.
Mengidentifikasi berbagai bentuk data dalam kehidupan sehari-hari.
Membedakan data, informasi, dan pengetahuan berdasarkan karakteristiknya.
Menjelaskan hubungan antara data, informasi, dan pengetahuan.
Memberikan contoh penerapan data, informasi, dan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Menggunakan konsep data, informasi, dan pengetahuan sebagai dasar berpikir kritis dalam memperoleh informasi.
Pernahkah kalian bertanya mengapa telepon pintar dapat memberikan rekomendasi video yang sesuai dengan minat kalian? Mengapa aplikasi peta dapat menunjukkan jalan tercepat menuju suatu tempat? Bagaimana aplikasi cuaca dapat memperkirakan hujan beberapa jam ke depan?
Jawabannya berawal dari data.
Setiap kali kita menggunakan internet, membuka media sosial, berbelanja secara daring, mengirim pesan, bahkan berjalan sambil membawa telepon pintar, kita menghasilkan data. Data tersebut kemudian dikumpulkan, diolah, dianalisis, dan disajikan sehingga menjadi informasi yang bermanfaat. Informasi tersebut selanjutnya dipahami oleh manusia untuk menjadi pengetahuan yang digunakan dalam mengambil keputusan.
Sebagai contoh, ketika guru mencatat nilai ulangan seluruh peserta didik, yang diperoleh pertama kali adalah sekumpulan angka. Angka-angka tersebut masih berupa data. Setelah dihitung rata-ratanya dan dibandingkan dengan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), guru memperoleh informasi mengenai hasil belajar kelas. Berdasarkan informasi tersebut, guru memutuskan apakah perlu mengadakan remedial atau pengayaan. Keputusan tersebut lahir dari pengetahuan yang diperoleh melalui proses pengolahan data.
Di era digital, kemampuan memahami data, informasi, dan pengetahuan menjadi salah satu keterampilan yang sangat penting. Setiap hari kita menerima berbagai informasi dari internet. Namun, tidak semua informasi tersebut benar atau dapat dipercaya. Oleh karena itu, sebelum mempelajari cara mencari informasi, memeriksa fakta, dan menggunakan teknologi digital secara bertanggung jawab, kita perlu memahami terlebih dahulu konsep dasar mengenai data, informasi, dan pengetahuan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah data. Hampir semua aktivitas menghasilkan data, baik di sekolah, rumah, tempat kerja, maupun di internet.
Data adalah sekumpulan fakta, angka, simbol, teks, gambar, suara, atau hasil pengamatan yang masih bersifat mentah dan belum memiliki makna tertentu.
Data belum dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan sebelum diolah. Oleh karena itu, data sering disebut sebagai bahan baku informasi.
Misalnya, angka 85 hanyalah sebuah data. Angka tersebut belum memiliki arti apabila tidak diketahui konteksnya. Angka tersebut bisa saja menunjukkan nilai ujian, umur seseorang, nomor rumah, atau kecepatan kendaraan.
Demikian pula suhu 29°C hanya merupakan data. Setelah diketahui bahwa suhu tersebut adalah suhu udara pada siang hari di suatu kota, data tersebut mulai memiliki makna.
Data memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut.
Merupakan fakta atau hasil pengamatan.
Belum memiliki makna apabila berdiri sendiri.
Dapat berbentuk angka, teks, gambar, suara, atau video.
Dapat dikumpulkan dari berbagai sumber.
Menjadi dasar pembentukan informasi.
Berdasarkan bentuknya, data dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.
1. Data Numerik
Merupakan data yang berbentuk angka.
Contoh:
Nilai ujian
Tinggi badan
Berat badan
Jumlah penduduk
2. Data Teks
Merupakan data berupa huruf, kata, atau kalimat.
Contoh:
Nama siswa
Alamat rumah
Komentar pada media sosial
3. Data Gambar
Merupakan data berupa foto atau ilustrasi.
Contoh:
Foto satelit
Foto kendaraan
Hasil rontgen
4. Data Audio
Merupakan data berupa suara.
Contoh:
Rekaman wawancara
Musik
Podcast
5. Data Video
Merupakan gabungan gambar bergerak dan suara.
Contoh:
Video pembelajaran
Rekaman CCTV
Film dokumenter
Data yang telah dikumpulkan belum tentu bermanfaat. Agar berguna, data harus diolah sehingga mempunyai arti.
Informasi adalah data yang telah diolah, disusun, atau dianalisis sehingga memiliki makna dan dapat digunakan untuk memahami suatu keadaan atau membantu pengambilan keputusan.
Misalnya, guru memperoleh data nilai seluruh siswa.
Setelah dihitung, diperoleh rata-rata nilai kelas sebesar 88,75.
Kalimat “Rata-rata nilai kelas adalah 88,75 dan berada di atas KKTP” merupakan informasi karena sudah memberikan makna terhadap data yang ada.
Dengan kata lain, informasi merupakan hasil pengolahan data sehingga lebih mudah dipahami.
Informasi yang baik memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
● Akurat.
● Relevan dengan kebutuhan.
● Lengkap.
● Mudah dipahami.
● Tepat waktu.
● Dapat dipercaya.
Setelah memperoleh informasi, seseorang akan mempelajarinya, menghubungkannya dengan pengalaman, lalu menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil proses tersebut disebut pengetahuan.
Pengetahuan adalah pemahaman yang dimiliki seseorang setelah mengolah informasi, belajar, dan memperoleh pengalaman sehingga dapat digunakan untuk mengambil keputusan atau menyelesaikan masalah.
Sebagai contoh, seorang siswa mengetahui bahwa rata-rata nilai Matematikanya masih rendah.
Informasi tersebut membuatnya menyadari bahwa ia perlu memperbaiki cara belajar. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, ia memutuskan belajar secara rutin setiap malam.
Keputusan tersebut merupakan hasil dari pengetahuan.
Pengetahuan tidak hanya diperoleh dari membaca buku, tetapi juga dari pengalaman, diskusi, observasi, latihan, dan pemecahan masalah.
Data, informasi, dan pengetahuan saling berkaitan dalam suatu proses.
Data → Informasi → Pengetahuan → Keputusan
Sebagai contoh:
Proses tersebut terjadi hampir setiap hari tanpa kita sadari.
Dalam dunia informatika, komputer berperan mengolah data menjadi informasi. Namun, manusia tetap memiliki peran penting untuk memahami informasi tersebut dan menggunakannya dalam mengambil keputusan yang tepat.
Data
Nilai ulangan lima siswa adalah 75, 80, 85, 90, dan 95.
Informasi
Rata-rata nilai kelas adalah 85.
Pengetahuan
Sebagian besar siswa telah memahami materi pelajaran.
Keputusan
Guru memberikan materi lanjutan.
Data
● Suhu 30°C.
● Kecepatan angin 20 km/jam.
● Curah hujan tinggi.
Informasi
Cuaca diperkirakan hujan pada sore hari.
Pengetahuan
Sebaiknya membawa payung ketika bepergian.
Keputusan
Membawa jas hujan sebelum berangkat.
Data
Harga buku Rp45.000.
Harga pulpen Rp10.000.
Harga penggaris Rp8.000.
Informasi
Total belanja sebesar Rp63.000.
Pengetahuan
Uang yang dibawa masih cukup.
Keputusan
Melanjutkan pembelian kebutuhan lainnya.
Sebuah unggahan memperoleh 100.000 kali dibagikan.
Jumlah tersebut merupakan data.
Setelah diketahui bahwa unggahan tersebut berisi berita yang belum diverifikasi, diperoleh informasi bahwa unggahan tersebut belum tentu benar.
Pengetahuan yang dimiliki adalah bahwa banyaknya orang yang membagikan suatu informasi tidak menjamin informasi tersebut benar.
Keputusan yang tepat adalah memeriksa fakta sebelum membagikan kembali unggahan tersebut.
Data merupakan fakta mentah yang belum memiliki makna. Setelah diolah, data berubah menjadi informasi yang memberikan arti dan dapat digunakan untuk memahami suatu keadaan. Informasi yang dipahami serta dipadukan dengan pengalaman akan membentuk pengetahuan. Pengetahuan inilah yang menjadi dasar seseorang dalam mengambil keputusan yang tepat. Dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia digital, kemampuan membedakan data, informasi, dan pengetahuan sangat penting agar kita mampu berpikir kritis dan menggunakan informasi secara bijaksana.
● Data adalah fakta mentah yang belum memiliki makna.
● Informasi adalah hasil pengolahan data sehingga memiliki arti.
● Pengetahuan merupakan hasil pemahaman terhadap informasi yang dipadukan dengan pengalaman.
● Data, informasi, dan pengetahuan saling berkaitan dalam proses pengambilan keputusan.
● Hampir seluruh teknologi digital bekerja dengan mengolah data menjadi informasi.
● Manusia tetap berperan penting dalam memahami informasi dan mengambil keputusan secara bijaksana.
Setiap hari dunia menghasilkan lebih dari 400 juta terabyte data dari berbagai aktivitas digital, seperti penggunaan media sosial, transaksi perbankan, sensor cuaca, kamera pengawas, telepon pintar, hingga satelit. Data dalam jumlah yang sangat besar tersebut dikenal sebagai Big Data. Dengan bantuan komputer dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), data dapat diolah menjadi informasi yang membantu memprediksi cuaca, mengatur lalu lintas, mendeteksi penyakit, bahkan merekomendasikan film atau lagu yang sesuai dengan minat pengguna.
Ingatlah: Data adalah awal dari pengetahuan. Semakin baik kualitas data yang dimiliki, semakin baik pula keputusan yang dapat diambil.