Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian data dan pengumpulan data.
Menjelaskan tujuan pengumpulan data dalam berbagai bidang kehidupan.
Mengidentifikasi berbagai jenis data berdasarkan karakteristiknya.
Menjelaskan berbagai sumber data yang dapat digunakan dalam pengumpulan data.
Menerapkan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan tujuan pengumpulan data.
Menyusun instrumen pengumpulan data sederhana.
Menunjukkan sikap jujur, objektif, bertanggung jawab, dan menghargai privasi dalam proses pengumpulan data.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu mengambil berbagai keputusan, mulai dari memilih barang yang akan dibeli, menentukan rute perjalanan, hingga menyusun kebijakan di sekolah atau pemerintahan. Agar keputusan yang diambil tepat, diperlukan dasar yang kuat, yaitu data.
Data merupakan kumpulan fakta yang belum memiliki makna apabila belum diolah. Setelah diproses, data akan menjadi informasi yang lebih mudah dipahami. Informasi tersebut kemudian dianalisis dan dipahami sehingga menjadi pengetahuan. Pengetahuan inilah yang menjadi dasar dalam mengambil keputusan yang tepat.
Hubungan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.
Gambar. Hubungan antara Data, Informasi, Pengetahuan dan Keputusan
Dalam proses tersebut, pengumpulan data merupakan langkah awal yang sangat penting. Data yang akurat, lengkap, dan relevan akan menghasilkan informasi yang berkualitas, sehingga pengetahuan yang diperoleh menjadi lebih tepat dan keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, memahami cara mengumpulkan data merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki sebelum mempelajari pengolahan dan analisis data.
Data adalah sekumpulan fakta, angka, simbol, atau keterangan yang diperoleh melalui pengamatan, pengukuran, pencatatan, atau penelitian yang belum diolah menjadi informasi.
Data dapat berupa:
Angka
Teks
Gambar
Audio
Video
Simbol
Contoh data:
Nilai ujian seorang peserta didik adalah 85.
Suhu udara hari ini 30°C.
Jumlah peserta didik di kelas sebanyak 36 orang.
Nama peserta didik.
Foto kegiatan sekolah.
Data menjadi dasar dalam menghasilkan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan.
Pengumpulan data adalah proses memperoleh, mencatat, dan menghimpun data dari berbagai sumber menggunakan metode tertentu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Pengumpulan data merupakan tahap pertama dalam proses pengolahan data. Tanpa data yang baik, proses analisis tidak akan menghasilkan informasi yang akurat.
Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan dalam berbagai kegiatan.
Beberapa tujuan pengumpulan data antara lain:
Data digunakan untuk mengetahui keadaan sebenarnya.
Contoh:
Guru mengumpulkan data nilai untuk mengetahui kemampuan belajar peserta didik.
Keputusan yang baik harus didasarkan pada data yang akurat.
Contoh:
Sekolah menggunakan data jumlah peserta didik untuk menentukan jumlah kelas baru.
Penelitian memerlukan data sebagai dasar untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Contoh:
Meneliti pengaruh penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar.
Data membantu menilai keberhasilan suatu kegiatan.
Contoh:
Sekolah mengevaluasi hasil ujian setiap semester.
Data digunakan sebagai dasar dalam menyusun rencana kegiatan.
Contoh:
Pemerintah menggunakan data jumlah penduduk untuk merencanakan pembangunan fasilitas umum.
Data dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa karakteristik.
a. Data Kualitatif
Data yang berupa deskripsi atau kategori dan tidak dinyatakan dalam bentuk angka.
Contoh:
Jenis kelamin.
Warna favorit.
Hobi.
Pekerjaan orang tua.
b. Data Kuantitatif
Data yang dinyatakan dalam bentuk angka sehingga dapat dihitung.
Contoh:
Tinggi badan.
Nilai ujian.
Umur.
Jumlah saudara.
a. Data Primer
Data yang diperoleh langsung dari sumber pertama.
Contoh:
Melakukan wawancara kepada peserta didik.
b. Data Sekunder
Data yang diperoleh dari pihak lain atau dokumen yang telah tersedia.
Contoh:
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), buku, jurnal, atau laporan penelitian.
Sumber data adalah asal diperolehnya data yang digunakan dalam suatu kegiatan pengumpulan data.
Secara umum, sumber data dibedakan menjadi:
Data yang berasal dari dalam suatu organisasi atau kelompok.
Contoh:
Data nilai peserta didik.
Data kehadiran.
Data perpustakaan sekolah.
Data yang berasal dari luar organisasi.
Contoh:
Badan Pusat Statistik (BPS). https://www.bps.go.id/id
Kementerian.
Jurnal ilmiah.
Laporan penelitian.
Organisasi internasional.
Sumber data harus dipilih berdasarkan tingkat kepercayaan, relevansi, dan kemutakhiran informasi.
Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan untuk memperoleh data sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Beberapa teknik yang sering digunakan antara lain:
Observasi adalah pengumpulan data melalui pengamatan secara langsung terhadap objek atau peristiwa.
Contoh:
Mengamati tingkat kebersihan kelas.
Kelebihan:
Data diperoleh secara langsung.
Sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Kekurangan:
Membutuhkan waktu.
Bergantung pada kemampuan pengamat.
Wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada responden.
Contoh:
Mewawancarai guru mengenai penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
Kelebihan:
Informasi lebih mendalam.
Dapat mengajukan pertanyaan lanjutan.
Kekurangan:
Memerlukan waktu lebih lama.
Membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik.
Angket adalah daftar pertanyaan tertulis yang diberikan kepada responden.
Contoh:
Survei kebiasaan membaca peserta didik.
Kelebihan:
Dapat menjangkau banyak responden.
Mudah diolah.
Kekurangan:
Jawaban terkadang kurang lengkap.
Bergantung pada kejujuran responden.
Dokumentasi dilakukan dengan menggunakan dokumen yang telah tersedia.
Contoh:
Menggunakan data nilai semester sebelumnya.
Kelebihan:
Cepat diperoleh.
Data sudah tersedia.
Kekurangan:
Tidak selalu lengkap.
Bergantung pada kualitas dokumen.
Instrumen pengumpulan data adalah alat yang digunakan untuk memperoleh data.
Contoh instrumen sederhana:
Digunakan saat melakukan pengamatan.
Berisi daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber.
Contoh:
Bagaimana penggunaan internet dalam pembelajaran?
Apa kendala yang sering dihadapi?
Contoh:
Hobi yang paling sering dilakukan setelah pulang sekolah:
☐ Membaca
☐ Bermain gim
☐ Berolahraga
☐ Menonton video
☐ Lainnya: ________
Instrumen yang baik harus mudah dipahami, sesuai dengan tujuan, dan mampu menghasilkan data yang dibutuhkan.
Pengumpulan data tidak hanya memerlukan teknik yang benar, tetapi juga harus memperhatikan etika.
Beberapa prinsip etika dalam pengumpulan data antara lain:
Data harus dikumpulkan sesuai kondisi sebenarnya tanpa mengubah atau memalsukan hasil.
Data pribadi seseorang tidak boleh disebarkan tanpa izin.
Responden berhak mengetahui tujuan pengumpulan data dan memberikan persetujuan sebelum berpartisipasi.
Data yang bersifat pribadi harus disimpan dengan aman dan hanya digunakan sesuai tujuan.
Proses pengumpulan data tidak boleh menimbulkan kerugian fisik, psikologis, maupun sosial bagi responden.
Seorang guru ingin mengetahui kebiasaan belajar peserta didik di rumah. Guru menyusun angket sederhana yang berisi pertanyaan mengenai lama waktu belajar, tempat belajar, dan media yang digunakan. Sebelum membagikan angket, guru menjelaskan tujuan pengumpulan data dan memastikan bahwa jawaban peserta didik akan dijaga kerahasiaannya. Setelah data terkumpul, guru mengolah hasilnya untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Pengumpulan data merupakan tahap awal yang sangat penting dalam proses pengolahan data. Data yang berkualitas hanya dapat diperoleh melalui teknik pengumpulan yang tepat, instrumen yang baik, serta pelaksanaan yang memperhatikan etika. Dengan memahami cara mengumpulkan data secara benar, kita dapat menghasilkan informasi yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan.
Data adalah fakta atau keterangan yang belum diolah menjadi informasi.
Pengumpulan data merupakan proses memperoleh data sesuai tujuan tertentu.
Tujuan pengumpulan data antara lain untuk mengetahui kondisi, melakukan penelitian, evaluasi, perencanaan, dan pengambilan keputusan.
Data dapat dibedakan menjadi data kualitatif dan kuantitatif, serta data primer dan sekunder.
Sumber data dapat berasal dari dalam (internal) maupun luar (eksternal) organisasi.
Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi.
Instrumen pengumpulan data dapat berupa lembar observasi, pedoman wawancara, dan angket.
Pengumpulan data harus dilakukan secara jujur, menghormati privasi, menjaga kerahasiaan, dan memperoleh persetujuan responden.
Setiap sepuluh tahun sekali, pemerintah Indonesia melaksanakan Sensus Penduduk untuk mengumpulkan data tentang jumlah penduduk, usia, pendidikan, pekerjaan, dan kondisi sosial masyarakat. Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dalam merencanakan pembangunan sekolah, rumah sakit, jalan, dan berbagai layanan publik. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan yang baik selalu diawali dengan pengumpulan data yang berkualitas.
LATIHAN
https://wordwall.net/resource/116725539
https://wordwall.net/resource/116726076
TIM: sman1bambaira.my.canva.site/cftzngavgrxfz08q