Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian membaca lateral (lateral reading).
Menjelaskan pentingnya membaca lateral dalam mengevaluasi informasi digital.
Menerapkan langkah-langkah membaca lateral secara sistematis.
Membandingkan informasi dari berbagai sumber yang berbeda.
Menarik kesimpulan berdasarkan bukti dari beberapa sumber terpercaya.
Menunjukkan sikap kritis, objektif, dan bertanggung jawab dalam mengevaluasi informasi.
Ketika membaca sebuah artikel di internet, banyak orang langsung mempercayai isi artikel tersebut hanya karena tampilannya menarik atau menggunakan bahasa yang meyakinkan. Padahal, sebuah situs web yang terlihat profesional belum tentu menyajikan informasi yang benar.
Sebagai contoh, seseorang menemukan artikel yang menyatakan bahwa suatu makanan dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Artikel tersebut terlihat rapi, memiliki gambar yang menarik, dan menggunakan istilah ilmiah. Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata penulisnya tidak memiliki keahlian di bidang kesehatan dan tidak mencantumkan sumber penelitian.
Bagaimana cara mengetahui apakah informasi tersebut benar?
Salah satu cara yang digunakan oleh para pemeriksa fakta profesional adalah membaca lateral (lateral reading). Berbeda dengan membaca biasa yang hanya berfokus pada satu halaman, membaca lateral mengajak kita membuka beberapa sumber lain untuk mencari informasi tentang penulis, organisasi, maupun klaim yang sedang dibaca.
Dengan membaca lateral, kita tidak hanya mengetahui isi informasi, tetapi juga memahami apakah informasi tersebut layak dipercaya.
Membaca lateral (lateral reading) adalah teknik mengevaluasi informasi dengan cara meninggalkan halaman yang sedang dibaca untuk mencari informasi pembanding dari berbagai sumber terpercaya.
Dalam membaca lateral, seseorang tidak langsung mempercayai isi suatu artikel. Sebaliknya, ia membuka beberapa sumber lain untuk mengetahui:
● Siapa penulisnya.
● Organisasi yang menerbitkannya.
● Apakah informasi tersebut didukung oleh sumber lain.
● Bagaimana reputasi situs tersebut.
Tujuan membaca lateral adalah memperoleh gambaran yang lebih utuh sebelum menerima atau menyebarkan suatu informasi.
Di internet, siapa pun dapat membuat artikel atau mengunggah informasi. Oleh karena itu, tampilan sebuah situs bukan jaminan bahwa isinya benar.
Membaca lateral membantu kita untuk:
● Menghindari hoaks.
● Menilai kredibilitas suatu informasi.
● Membandingkan berbagai sudut pandang.
● Mengambil keputusan berdasarkan bukti.
● Menjadi pengguna internet yang lebih kritis.
Kemampuan ini merupakan bagian penting dari literasi digital di era informasi.
Membaca lateral dilakukan melalui beberapa langkah berikut.
Pahami terlebih dahulu isi informasi atau klaim yang sedang dibaca.
Identifikasi:
● Topik yang dibahas.
● Klaim utama.
● Data yang digunakan.
Jangan langsung percaya pada isi artikel.
Carilah informasi mengenai:
● Siapa penulisnya?
● Apa latar belakangnya?
● Organisasi apa yang menerbitkan artikel?
● Apakah organisasi tersebut memiliki reputasi yang baik?
Cari informasi yang sama melalui beberapa sumber terpercaya.
Misalnya:
● Situs pemerintah.
● Perguruan tinggi.
● Organisasi internasional.
● Portal berita kredibel.
● Artikel ilmiah.
Tujuannya adalah mengetahui apakah informasi tersebut didukung oleh sumber lain.
Bandingkan beberapa hal berikut:
● Data yang digunakan.
● Fakta yang disampaikan.
● Kesimpulan.
● Bukti pendukung.
● Tanggal publikasi.
Perbedaan informasi perlu dianalisis lebih lanjut sebelum menarik kesimpulan.
Setelah membandingkan berbagai sumber, simpulkan apakah informasi tersebut:
● Dapat dipercaya.
● Masih perlu diverifikasi.
● Kurang dapat dipercaya.
● Menyesatkan.
Kesimpulan harus dibuat berdasarkan bukti dari beberapa sumber, bukan hanya berdasarkan satu artikel.
Salah satu tujuan membaca lateral adalah membandingkan informasi dari berbagai sumber.
Saat membandingkan sumber, perhatikan beberapa aspek berikut.
Apakah sumber berasal dari lembaga resmi, organisasi terpercaya, atau ahli di bidangnya?
Apakah beberapa sumber menyampaikan informasi yang sama?
Jika sebagian besar sumber terpercaya memberikan informasi yang serupa, maka tingkat kepercayaannya menjadi lebih tinggi.
Perhatikan apakah informasi didukung oleh:
● Data.
● Penelitian.
● Statistik.
● Referensi.
● Dokumen resmi.
Pastikan informasi yang digunakan masih sesuai dengan kondisi terbaru.
Informasi lama belum tentu salah, tetapi mungkin sudah tidak relevan.
Seorang siswa menemukan artikel yang menyatakan bahwa penggunaan telepon genggam menyebabkan semua siswa mengalami penurunan prestasi belajar.
Ia kemudian membuka beberapa sumber lain dari jurnal pendidikan dan lembaga penelitian. Setelah dibandingkan, ternyata hubungan tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, bukan hanya penggunaan telepon genggam.
Di media sosial beredar informasi bahwa suatu daerah akan mengalami gempa besar pada tanggal tertentu.
Sebelum mempercayainya, seseorang membuka situs resmi BMKG dan beberapa portal berita terpercaya. Hasilnya menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak memiliki dasar ilmiah.
Seorang peserta didik menemukan artikel tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Ia kemudian membandingkan informasi tersebut dengan artikel dari universitas dan organisasi teknologi internasional sehingga memperoleh pemahaman yang lebih lengkap dan objektif.
Membaca lateral merupakan teknik penting dalam literasi digital untuk mengevaluasi informasi secara kritis. Dengan membuka dan membandingkan berbagai sumber, kita dapat mengetahui apakah suatu informasi layak dipercaya. Membaca lateral membantu kita terhindar dari hoaks, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan mendukung pengambilan keputusan berdasarkan bukti.
● Membaca lateral adalah teknik mengevaluasi informasi dengan membandingkannya menggunakan berbagai sumber terpercaya.
● Membaca lateral tidak hanya berfokus pada isi artikel, tetapi juga pada penulis, organisasi, dan bukti yang mendukung informasi.
● Langkah membaca lateral meliputi membaca informasi, mencari identitas penulis atau organisasi, membuka sumber lain, membandingkan informasi, dan menarik kesimpulan.
● Membandingkan berbagai sumber membantu memperoleh informasi yang lebih objektif dan akurat.
● Membaca lateral merupakan keterampilan penting untuk menghadapi banyaknya informasi di era digital.
Penelitian menunjukkan bahwa para pemeriksa fakta profesional sering kali hanya menghabiskan beberapa detik di satu halaman web sebelum membuka tab baru untuk mencari informasi tentang penulis, organisasi, atau klaim yang sedang dibaca. Kebiasaan ini disebut membaca lateral (lateral reading) dan terbukti lebih efektif dalam menilai kredibilitas informasi dibandingkan hanya membaca satu artikel secara mendalam. Oleh karena itu, saat menemukan informasi yang meragukan, biasakanlah membuka beberapa sumber terpercaya sebelum memutuskan untuk mempercayai atau membagikannya.