Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian pengambilan keputusan berbasis data.
Menjelaskan pentingnya penggunaan data dalam pengambilan keputusan.
Mengidentifikasi tahapan pengambilan keputusan berbasis data.
Membedakan keputusan yang didasarkan pada data dengan keputusan yang hanya berdasarkan asumsi atau pendapat.
Memberikan contoh penerapan pengambilan keputusan berbasis data dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah data diperoleh, dibersihkan, diolah, dan dianalisis, proses analisis data belum berakhir. Hasil analisis tersebut harus dimanfaatkan untuk membantu mengambil keputusan.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu dihadapkan pada berbagai pilihan. Seorang guru menentukan metode pembelajaran yang sesuai bagi peserta didik, seorang kepala sekolah menyusun program peningkatan mutu pendidikan, seorang dokter memilih jenis pengobatan, sedangkan seorang pengusaha menentukan produk yang akan dipasarkan. Semua keputusan tersebut akan menjadi lebih tepat apabila didasarkan pada data yang akurat.
Sebaliknya, keputusan yang hanya didasarkan pada perkiraan, dugaan, atau kebiasaan berisiko menghasilkan tindakan yang kurang efektif. Oleh karena itu, dalam era digital saat ini, berbagai organisasi mulai menerapkan pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making) sebagai dasar dalam menyusun kebijakan dan menyelesaikan masalah.
Pengambilan keputusan berbasis data adalah proses menentukan pilihan atau tindakan dengan menggunakan hasil analisis data sebagai dasar pertimbangan.
Dalam pendekatan ini, keputusan tidak hanya didasarkan pada pendapat atau intuisi, tetapi juga didukung oleh fakta yang diperoleh dari data. Dengan demikian, keputusan yang diambil menjadi lebih objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai contoh, sebelum memutuskan untuk menambah koleksi buku di perpustakaan, pihak sekolah dapat menganalisis data peminjaman buku selama satu tahun. Hasil analisis tersebut menunjukkan jenis buku yang paling sering dipinjam sehingga keputusan pembelian buku menjadi lebih tepat sasaran.
Data membantu seseorang memahami kondisi yang sebenarnya sehingga keputusan tidak dibuat berdasarkan dugaan semata.
Manfaat penggunaan data dalam pengambilan keputusan antara lain:
meningkatkan ketepatan keputusan;
mengurangi risiko kesalahan;
membantu menemukan solusi yang sesuai;
mendukung perencanaan yang lebih baik;
meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
Semakin baik kualitas data yang digunakan, semakin besar pula peluang menghasilkan keputusan yang tepat.
Secara umum, proses pengambilan keputusan berbasis data terdiri atas beberapa tahapan.
Langkah pertama adalah menentukan masalah yang ingin diselesaikan.
Contoh:
"Mengapa nilai matematika peserta didik menurun?"
Data yang relevan dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti hasil ujian, survei, atau observasi.
Data dianalisis untuk menemukan pola, kecenderungan, atau penyebab masalah.
Berdasarkan hasil analisis, diperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Keputusan dipilih berdasarkan fakta yang diperoleh dari data.
Setelah keputusan diterapkan, hasilnya perlu dievaluasi untuk mengetahui apakah tujuan yang diharapkan telah tercapai.
Perhatikan perbandingan berikut.
Keputusan berdasarkan data tidak selalu menjamin hasil yang sempurna, tetapi memberikan dasar yang lebih kuat dibandingkan keputusan yang hanya mengandalkan asumsi.
Analisis data menghasilkan informasi yang membantu seseorang memahami suatu kondisi. Informasi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk menentukan tindakan yang paling sesuai.
Alur sederhana proses tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.
Keputusan berdasarkan data tidak selalu menjamin hasil yang sempurna, tetapi memberikan dasar yang lebih kuat dibandingkan keputusan yang hanya mengandalkan asumsi.
Dengan demikian, analisis data tidak berhenti pada penyajian angka atau grafik, tetapi berlanjut hingga menghasilkan keputusan yang bermanfaat.
Sebuah sekolah ingin meningkatkan minat membaca peserta didik. Tim perpustakaan mengumpulkan data jumlah kunjungan dan peminjaman buku selama enam bulan terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa buku bertema teknologi dan novel lebih sering dipinjam dibandingkan jenis buku lainnya.
Berdasarkan data tersebut, sekolah memutuskan untuk menambah koleksi buku teknologi dan novel serta mengadakan kegiatan literasi yang berkaitan dengan kedua tema tersebut.
Beberapa bulan kemudian, jumlah kunjungan ke perpustakaan meningkat. Keputusan tersebut berhasil karena didasarkan pada data yang menggambarkan minat peserta didik, bukan sekadar perkiraan.
Pengambilan keputusan berbasis data adalah proses menentukan tindakan berdasarkan hasil analisis data. Pendekatan ini membantu menghasilkan keputusan yang lebih objektif, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui tahapan mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan, mengambil keputusan, dan mengevaluasi hasil, data menjadi dasar yang kuat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di kehidupan sehari-hari.
Pengambilan keputusan berbasis data menggunakan hasil analisis data sebagai dasar pertimbangan.
Data membantu mengurangi risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan.
Tahapan pengambilan keputusan meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis data, penarikan kesimpulan, pengambilan keputusan, dan evaluasi hasil.
Keputusan berdasarkan data lebih objektif dibandingkan keputusan yang hanya didasarkan pada asumsi.
Analisis data bertujuan menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan yang tepat.
Perusahaan, rumah sakit, sekolah, hingga pemerintah menggunakan pengambilan keputusan berbasis data setiap hari. Misalnya, layanan pemutar musik merekomendasikan lagu berdasarkan riwayat pendengaran pengguna, aplikasi belanja menampilkan produk yang sesuai dengan minat pelanggan, dan sekolah menganalisis hasil belajar untuk merancang program remedial. Semua contoh tersebut menunjukkan bahwa data bukan sekadar kumpulan angka, tetapi sumber informasi yang membantu manusia membuat keputusan yang lebih baik.