Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu penelusuran informasi.
Membedakan cara kerja mesin pencari (search engine) dengan AI.
Menggunakan AI untuk mencari informasi secara efektif melalui penyusunan prompt yang baik.
Mengevaluasi dan memverifikasi informasi yang diperoleh dari AI menggunakan sumber yang terpercaya.
Menggunakan AI secara etis, bertanggung jawab, dan kritis dalam kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari.
Di era digital, informasi dapat diperoleh dengan sangat mudah melalui internet. Dahulu, sebagian besar orang mencari informasi menggunakan mesin pencari seperti Google atau Bing. Pengguna cukup mengetikkan kata kunci, kemudian mesin pencari akan menampilkan daftar situs web yang berkaitan dengan kata kunci tersebut.
Saat ini, perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara manusia mencari informasi. Dengan AI, pengguna tidak hanya mendapatkan daftar tautan, tetapi juga memperoleh jawaban yang telah dirangkum, dijelaskan, bahkan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Sebagai contoh, jika seseorang ingin mengetahui penyebab banjir, ia dapat bertanya kepada AI menggunakan bahasa sehari-hari, seperti:
"Mengapa banjir sering terjadi di perkotaan? Jelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami siswa SMA."
AI akan memberikan penjelasan secara langsung tanpa pengguna harus membuka banyak halaman web.
Meskipun demikian, AI bukanlah sumber informasi yang selalu benar. AI dapat menghasilkan informasi yang kurang tepat, kurang lengkap, atau sudah tidak sesuai dengan kondisi terbaru. Oleh karena itu, kemampuan menggunakan AI secara bijak dan memverifikasi informasi menjadi keterampilan penting dalam literasi digital.
Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan adalah teknologi yang memungkinkan komputer atau sistem digital meniru kemampuan manusia, seperti memahami bahasa, mengenali gambar, memecahkan masalah, serta menjawab pertanyaan.
Salah satu bentuk AI yang banyak digunakan saat ini adalah AI Generatif (Generative AI), yaitu AI yang mampu menghasilkan teks, gambar, suara, maupun kode program berdasarkan perintah yang diberikan oleh pengguna.
Contoh AI yang sering digunakan antara lain:
ChatGPT
Google Gemini
Microsoft Copilot
Claude
Perplexity AI
AI tersebut dapat membantu pengguna memahami suatu materi, merangkum informasi, membuat ide, maupun menjawab berbagai pertanyaan.
Meskipun sama-sama digunakan untuk mencari informasi, mesin pencari dan AI memiliki cara kerja yang berbeda.
Keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi. AI membantu memahami suatu topik dengan cepat, sedangkan mesin pencari membantu menemukan sumber asli yang dapat dipercaya.Â
AI dapat digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya:
Memahami konsep yang sulit.
Membuat rangkuman materi.
Menjelaskan istilah yang belum dipahami.
Membandingkan dua konsep.
Mencari ide untuk tugas atau proyek.
Membantu menyusun laporan.
Sebagai contoh, seorang siswa ingin mengetahui cara kerja panel surya.
Prompt yang kurang jelas:
"Panel surya."
AI mungkin memberikan jawaban yang terlalu singkat atau kurang sesuai.
Prompt yang lebih baik:
"Jelaskan cara kerja panel surya untuk siswa kelas X SMA menggunakan bahasa sederhana dan sertakan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari."
Prompt yang jelas akan menghasilkan jawaban yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Prompt adalah perintah atau pertanyaan yang diberikan kepada AI.
Agar memperoleh jawaban yang baik, prompt sebaiknya memiliki beberapa unsur berikut.
Contoh: Jelaskan penyebab pemanasan global.
Contoh: Jelaskan untuk siswa kelas X SMA.
Contoh: Buat dalam bentuk poin-poin.
Contoh: Jelaskan dalam 200 kata.
Semakin jelas prompt yang diberikan, semakin tepat pula jawaban yang dihasilkan AI.
AI dapat membantu memperoleh informasi dengan cepat, tetapi hasilnya tetap perlu diperiksa.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memverifikasi informasi antara lain:
Membandingkan jawaban AI dengan buku pelajaran.
Memeriksa informasi pada situs resmi pemerintah atau lembaga terpercaya.
Membandingkan dengan artikel ilmiah atau jurnal.
Melihat apakah informasi masih sesuai dengan kondisi terbaru.
Sebagai contoh, jika AI memberikan data jumlah penduduk Indonesia, pengguna sebaiknya membandingkannya dengan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Dengan cara tersebut, informasi yang digunakan menjadi lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
AI merupakan alat bantu belajar, bukan pengganti proses berpikir.
Beberapa etika yang perlu diperhatikan saat menggunakan AI adalah:
Gunakan AI untuk memahami materi, bukan sekadar mencari jawaban.
Jangan menyalin hasil AI tanpa memahami isinya.
Tetap cantumkan sumber informasi jika menggunakan data atau kutipan.
Hormati hak cipta dan karya orang lain.
Gunakan AI secara jujur dalam mengerjakan tugas.
Sikap kritis dan bertanggung jawab akan membantu pengguna memanfaatkan AI secara optimal.
Pengguna yang baik tidak hanya mengandalkan AI ataupun mesin pencari saja.
Langkah yang disarankan adalah:
Gunakan AI untuk memperoleh gambaran awal mengenai suatu topik.
Cari sumber asli menggunakan mesin pencari.
Bandingkan informasi dari beberapa sumber.
Tarik kesimpulan berdasarkan informasi yang telah diverifikasi.
Dengan cara tersebut, proses penelusuran informasi menjadi lebih cepat sekaligus lebih akurat.
Seorang siswa mendapatkan tugas mengenai energi terbarukan.
Langkah yang dilakukan:
Menggunakan AI untuk memahami konsep energi terbarukan.
Mencari data resmi melalui situs pemerintah atau jurnal ilmiah.
Menyusun laporan menggunakan kata-kata sendiri.
Seseorang ingin berlibur ke Yogyakarta.
Ia menggunakan AI untuk meminta rekomendasi tempat wisata sesuai minat dan anggaran. Setelah itu, ia mencari informasi tambahan mengenai harga tiket, jam operasional, dan lokasi melalui situs resmi atau mesin pencari.
Seorang siswa mengalami kesulitan memahami persamaan kuadrat.
Ia meminta AI menjelaskan langkah-langkah penyelesaian secara bertahap. Setelah memahami konsepnya, siswa mencoba mengerjakan soal sendiri tanpa bergantung pada AI.
Seorang siswa diminta menulis artikel tentang pencemaran lingkungan.
AI digunakan untuk membantu menyusun kerangka tulisan dan memberikan ide. Selanjutnya, siswa mencari data dari sumber resmi, menulis artikel dengan bahasanya sendiri, dan mencantumkan referensi yang digunakan.
Artificial Intelligence (AI) telah menjadi salah satu alat penting dalam mencari dan memahami informasi. AI mampu memberikan penjelasan secara cepat, membantu merangkum materi, serta mempermudah proses belajar. Namun, AI bukanlah sumber informasi yang selalu benar. Oleh karena itu, setiap informasi yang diperoleh perlu diverifikasi menggunakan sumber yang terpercaya. Dengan memadukan AI dan mesin pencari secara bijak, seseorang dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Artificial Intelligence (AI) adalah teknologi yang mampu meniru kemampuan manusia dalam memahami dan menghasilkan informasi.
AI berbeda dengan mesin pencari karena memberikan jawaban secara langsung, sedangkan mesin pencari menampilkan daftar sumber informasi.
Kualitas jawaban AI dipengaruhi oleh kualitas prompt yang diberikan.
Informasi dari AI harus selalu diverifikasi menggunakan sumber yang terpercaya.
AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai pengganti berpikir.
Menggabungkan AI dan mesin pencari merupakan cara terbaik untuk memperoleh informasi yang akurat dan komprehensif.
AI tidak "berpikir" seperti manusia. AI bekerja dengan mengenali pola dari data yang dipelajarinya, kemudian menghasilkan jawaban berdasarkan pola tersebut. Oleh karena itu, AI dapat membuat kesalahan atau memberikan informasi yang kurang tepat jika data yang digunakan tidak lengkap atau pertanyaan yang diberikan kurang jelas.